Lolicon

Seseorang yang mempunyai obsesi kepada anak Perempuan menjelang atau sebelum masa pubertas
Revisi sejak 20 Mei 2010 15.35 oleh Kenrick95Bot (bicara | kontrib) (Bot melakukan perubahan kosmetika)

Lolicon (bahasa Jepang: ロリコン; gabungan kata dari Lolita complex). Dalam bahasa aslinya Lolicon memiliki makna seseorang yang mempunyai obsesi pada anak-anak dibawah umur, menjelang atau sebelum masa pubertas yang disebut Lolita. Istilah "Lolicon" sering digunakan oleh otaku dalam ruang lingkup Anime, Manga dan Game. Lolicon dipercaya oleh beberapa orang sebagai salah satu klasifikasi dari otaku. Karena ruang lingkup penggunaan istilah ini di luar bahasa aslinya hanya dipergunakan pada komunitas Otaku maka istilah Lolicon mengalami perubahan makna menjadi lebih sempit menjadi obsesi kepada objek visual yang imut-imut, bersifat moe dan amat manis dan diakui secara umum berbeda dengan pedofilia.

Contoh lolita

Lolicon dan Pedophilia

Pada etimologi makna aslinya Lolicon tidak diragukan lagi bermakna sama dengan pedofilia. Namun penggunaannya sebagai istilah serapan oleh komunitas otaku di luar Jepang sebetulnya mengalami pergeseran makna menjadi seseorang yang berprilaku obsesif pada objek visual yang imut-imut, bersifat moe, dan amat manis. Dan objek yang bersangkutan pada umumnya bertubuh kecil atau seperti kanak-kanak. Namun usia karakter tidak mempengaruhi target Lolicon, karena dalam dunia visual dan grafik karakter berusia apapun dapat ditampilkan seperti anak-anak melalui manipulasi proporsi atau deform.

Misalnya, seseorang yang menyukai karakter Amamiya Manami dari Manabi Straight atau karakter tipikal 'pirang-kepang dua (twintail)-tsundere' seperti Eve (Black Cat) atau Fate Testarossa (Mahou Shoujo Lyrical Nanoha) dapat disebut sebagai lolicon namun tidak dapat di klaim sebagai seorang pedofil.

Lolicon di Industri Hiburan Jepang

Lolicon adalah satu bagian dari otaku. Karena sifat otaku lolicon yang obsesif cenderung konsumtif maka developer industri hiburan di Jepang memanfaatkan hal ini dengan membuatnya menjadi lebih intensif, lebih adiktif. Hingga saat ini lolita dikenal sebagai salah satu moe factor dari industri hiburan dan animasi Jepang. Soal keterlibatan dengan penampilan sensual & aktivitas seksual, Itu bukanlah sebuah keharusan. Itu hanya sekedar strategi memenuhi tuntutan konsumen tertentu.[1]

Pendistorsian ciri fisik dari lolicon style sebenarnya merupakan hal yang baru dan sebuah revolusi dalam dunia industri manga dan anime. Semua ini dilakukan demi memenuhi tuntutan dari para konsumen yang kebanyakan adalah para otaku. Distorsi tubuh digunakan untuk menambahkan sisi sensualitas pada karakter lolicon. Sebuah strategi untuk memancing sebuah persepsi meski sebenarnya masih banyak cara lainnya, (contohnya coba bandingkan ciri fisik lolicon zaman sekarang dengan yang dulu. Ambil contoh; anime "minky momo").[1]

Pranala luar

Catatan Kaki

  1. ^ a b Aimeindo forum, statement bobil, salah satu member senior [1] Kesalahan pengutipan: Tanda <ref> tidak sah; nama "loli" didefinisikan berulang dengan isi berbeda