Soetran: Perbedaan antara revisi

Konten dihapus Konten ditambahkan
RianHS (bicara | kontrib)
→‎Perseteruan dengan Elias Paprindey: merapikan format referensi
Tidak ada ringkasan suntingan
 
(45 revisi perantara oleh 21 pengguna tidak ditampilkan)
Baris 1:
{{Indonesian name}}
{{Infobox officeholder|honorific-prefix=|term_end2=25 Maret 1975|death_place={{flagicon|Indonesia}} Rumah Sakit Darmo, [[Surabaya]], [[Jawa Timur]], Indonesia|death_date={{death date and age|1987|07|01|1921|04|05|df=y}}|birth_place={{flagicon|Belanda}} [[Cangkring, Krembung, Sidoarjo]], [[JawaKeresidenan TimurSurabaya]], [[Hindia Belanda]]|birth_date={{birth date|1921|4|5|df=y}}|party=[[Berkas:GOLKAR logo.png|30px{{Parpolicon|Golkar]] [[Partai Golongan Karya]]}}|branch=[[Berkas:Insignia of the Indonesian Army.svg|25px]] [[TNI Angkatan Darat]]|rank=[[Berkas:Pdu brigjendtni staf.png|25px]] [[Brigadir Jenderal]] [[TNI]]|serviceyears=1942—19681942—1975|allegiance={{unbulleted list|{{flag|Kekaisaran Jepang}} (1942—1945)|{{flag|Indonesia}} (1945—19681945—1975)}}|successor2=Muchammad Poernanto <small>(penjabat)</small><br>[[Soedarso (bupati)|Soedarso]]|predecessor2=Moeladi|term_start2=3 Oktober 1968|name=Soetran|governor2=[[Mohammad Noer]]|office2=[[Bupati Trenggalek]]|successor=[[Busiri Suryowinoto]]|predecessor=[[Acub Zainal]]|deputy=[[Jan Mamoribo]]<br>[[Elias Paprindey]]<br>[[Izaac Hindom]]|term_end=20 Januari 1981|term_start=31 Maret 1975|president=[[Soeharto]]|office=[[Gubernur Irian Jaya]]|imagesize=|image=Soetran, Buku Pelengkap IV Pemilihan Umum 1977 (1978), p764.jpg|honorific-suffix=|signature=Signature of Soetran.svg}}
 
[[Brigadir Jenderal]] [[TNI]] [[Pangkat kehormatan|(HOR)]] ([[Purnawirawan|Purn.]]) '''Soetran''' ([[Ejaan Bahasa Indonesia|EBI]]: '''Sutran''', {{lahirmati|[[Cangkring, Krembung, Sidoarjo]], [[Jawa Timur]]|5|4|1921|[[Surabaya]], [[Jawa Timur]]|1|7|1987}}) adalah seorang tokoh militer dan politisi [[Indonesia]] yang menjabat sebagai [[Bupati Trenggalek]] dari tahun 1968 hingga 1975 dan [[Gubernur Irian Jaya]] dari tahun 1975 hingga 1981.
 
Lahir di [[Sidoarjo]], Soetran harus berhenti dari [[pendidikan]] dasar pada kelas 4 dan melakoni berbagai pekerjaan. Pada tahun 1942, Soetran masuk ke dalam organisasi [[Pembela Tanah Air|PETA]] (PETA) dengan pangkat ''budancho'' (setingkat [[sersan]]). Setelah [[Proklamasi Kemerdekaan Indonesia|kemerdekaan Indonesia]], Soetran masuk [[Tentara Nasional Indonesia]] (TNI), dan menjabat sebagai [[Komando Distrik Militer|Komandan Distrik Militer]] (Dandim) di [[Merauke]] dan [[Trenggalek]]. Soetran memperoleh jabatan politik pertamanya ketika ia terpilih sebagai [[Bupati Trenggalek]] pada tahun 1968. Salah satu karakteristik kepemimpinannya adalah sistem komando yang dianut oleh pemerintah daerah. Pencapaian terbesar Soetran sebagai bupati adalah menjadikan Trenggalek sebagai pusat cengkih se-[[Jawa Timur]]. Soetran juga mencanangkan kebijakan ''tembokisasi'' (pembangunan tembok) dan [[reboisasi]] di wilayah Trenggalek sebagai upaya untuk meningkatkan taraf hidup rakyat Trenggalek. Soetran terpilihditunjuk kembali untuk masa jabatan keduanya pada tahun 19751973, dan Trenggalek menerima penghargaan [[Parasamya Purnakarya Nugraha]] sebagai kabupaten terbaik di tahun 1974.
 
Sebagai penghargaan atas pencapaiannya di Trenggalek, Soetran ditunjuk untuk menjabat sebagai [[Gubernur Irian Jaya]] pada tahun 1975. Pada masa kepemimpinannya, Soetran menerapkan program Wajib Tanam Cengkih yang mewajibkan hampir seluruh penduduk dan instansi di [[Irian Jaya]] untuk menanam cengkih. Karena programnya tersebut, Soetran dijuluki sebagai "Gubernur Cengkih". Meskipun begitu, program tersebut gagal karena pelaksanaannya yang tergesa-gesa, ketidakpahaman mengenai penanaman cengkih, pelanggarankeputusan terhadapuntuk keputusanmengimpor cengkih dari Trenggalek meskipun belum Menteridiuji Pertaniankelayakannya, dan kurangnya sosialisasi program. Provinsi tersebut juga mengalami dua kali gempa berturut-turut pada tahun 1976. Soetran mengakhiri masa jabatannya sebagai gubernur pada tahun 1981, sekitar empat bulan lebih lama dari yang direncanakan. Setelah mundur dari jabatan gubernur, Soetran tinggal di [[Surabaya]]. Ia meninggal pada tahun 1987.
 
== Masa kecil dan karier militer ==
Soetran dilahirkan pada tanggal 5 April 1921 di [[Cangkringsari, Sukodono, Sidoarjo|Desa Cangkring, Sidoarjo, Jawa Timur]], dari sebuah keluarga petani.<ref name="main1">{{cite book|author=Lembaga Pemilihan Umum|date=1977|url=https://books.google.co.id/books?id=OpJaAAAAIAAJ&pg=PA764#v=onepage&q&f=false|title=Ringkasan riwayat hidup dan riwayat perjuangan anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat hasil pemilihan umum tahun 1977|location=Jakarta|page=764|language=Indonesian|trans-title=Summary of Biography and Career of Members of the People's Consultative Assembly from the 1977 General Elections|author-link=Lembaga Pemilihan Umum|access-date=2020-12-13 Desember 2020|archive-url=https://web.archive.org/web/20201215073214/https://books.google.co.id/books?id=OpJaAAAAIAAJ&pg=PA764#v=onepage&q&f=false|archive-date=2020-12-15 Desember 2020|url-status=live}}</ref> dari sebuah keluarga petani. Karena keadaan ayahnya yang buta, ia pun meninggalkan bangku kelas 4 [[sekolah dasar]] (SD) dan mulai mencari pekerjaan. Soetran mulai melakoni berbagai jenis pekerjaan, seperti sebagai buruh tani, penampil di hajatan, dan pemain [[ludruk]] keliling.<ref name=":0">{{Cite journal|last=Ariyanto|first=Danny Rizky|date=2015-01-07|title=Biografi Soetran (1921-1987)|url=http://karya-ilmiah.um.ac.id/index.php/sejarah/article/view/41674|journal=Skripsi Jurusan Sejarah - Fakultas Ilmu Sosial UM|language=id|archive-url=https://web.archive.org/web/20201215073227/http://karya-ilmiah.um.ac.id/index.php/sejarah/article/view/41674|archive-date=2020-12-15 Desember 2020|access-date=2020-12-13 Desember 2020|url-status=live}}</ref>
 
Pada tahun 1942, menyusul [[Sejarah Nusantara (1942–1945)|pendudukan Jepang di Indonesia]], Soetran bergabungmenjalani kependidikan dalammiliter di Renseitai, sebuah akademi militer yang didirikan oleh tentara Jepang. Soetran kemudian menjadi anggota organisasisatuan [[Pembela Tanah Air]] bentukansetelah Jepang.lulus Soetrandan diberikanmemperoleh pangkat ''budancho'' (setara dengan [[sersan]]).<ref name="main1" /> Setelah Indonesia merdeka, Soetran bergabung ke dalam [[Badan Keamanan Rakyat]] (cikal bakal [[TNI]]) dan ditempatkan sebagai komandan peletonseksi di dalampada [[Batalyon Infanteri 511|Batalion Tjipto]] sejak tanggal 17 September 1945.<ref name=":0utama">{{Cite book|last=Bachtiar|first=Harsya W.|date=1988|url=https://books.google.com/books?id=IyQgAAAAMAAJ|title=Siapa dia? Perwira Tinggi Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI-AD)|location=Jakarta|isbn=9789794281000|pages=417|language=id|url-status=live}}</ref>
 
Setelah [[Revolusi Nasional Indonesia]] berakhir pada tahun 1949, Soetran mengikuti Latihan Persamaan Perwira dan lulus sebagai [[letnan satu]] pada tahun 1950. Soetran kemudian mengikuti beberapa pendidikan militer lain, di antaranya Pendidikan Persiapan Untuk Perwira di [[Jember]] (lulus 1956) dan Kursus Perwira Lanjutan Satu di [[Bandung]] (lulus 1957).<ref name="main1" />
 
Pada tahun 1958, Soetran menjabat sebagai wakil komandan Batalyon Infanteri 511 dengan pangkat letnan satu. Empat tahun kemudian, pangkatnya dinaikkan ke kapten dan ia menjabat sebagai komandan Batalyon Infanteri 511. Kurang dari setahun kemudian, pada tahun 1963, Soetran dipindahtugaskan ke [[Irian Jaya]] dan menjadi komandan distrik militer (Dandim) di [[Tanah Merah, Boven Digoel]]. Pada tahun 1967, ia kembali dipindahtugaskan ke Jawa Timur, sebagai Dandim Trenggalek. Soetran juga menerima kenaikan pangkat menjadi mayor.<ref name="main1" /><ref name=":0utama" />
 
Pada akhir masa jabatannya sebagai Gubernur Irian Jaya di tahun 1980, Soetran menerima kenaikan pangkat kehormatan dari [[kolonel]] menjadi [[Brigadir Jenderal|brigadir jenderal]].<ref>{{cite news|author=Korpri Irian Jaya and Regional People's Representative Council of Irian Jaya|date=1980|title=Dengan Memanjatkan Doa Syukur...|url=https://books.google.co.id/books?id=EsvVB-Z85GcC&q=DENGAN%20MEMANJATKAN%20DOA%20SYUKUR%20DENGAN%20INI%20PENGURUS%20DAN%20SEGENAP%20ANGGOTA|work=Mimbar Departemen Dalam Negeri|page=45|archive-url=https://web.archive.org/web/20201215073222/https://books.google.co.id/books?id=EsvVB-Z85GcC&q=DENGAN+MEMANJATKAN+DOA+SYUKUR+DENGAN+INI+PENGURUS+DAN+SEGENAP+ANGGOTA|archive-date=15 Desember 2020-12-15|access-date=13 Desember 2020-12-13|number=9|url-status=live}}</ref>
 
== Bupati Trenggalek ==
[[File:Regent of Trenggalek Soetran.jpg|thumb|Foto resmi Soetran sebagai Bupati Trenggalek.]]
=== Penanaman cengkih ===
Soetran dilantik sebagai Bupati Trenggalek pada tanggal 3 Oktober 1968, menggantikan Moeladi.<ref name="wilawi">{{cite news|last=Rahayu|first=Endah|date=27 Juli 2005|title=Trenggalek "Wiwitan lan Wibawa"|url=http://www.kompasdata.id/Search/NewsDetail/17552063|work=Kompas|archive-url=https://web.archive.org/web/20201215073226/http://www.kompasdata.id/Search/News?ref=http%3A%2F%2Fwww.kompasdata.id%2FSearch%2FNewsDetail%2F17552063|archive-date=2020-12-15 Desember 2020|access-date=13 Desember 2020|p=9|url-status=live|dead-url=no|url-access=subscription}}</ref> Sebelum ia menduduki kursi bupati, Trenggalek dikenal sebagai daerah yang miskin dan sering kali mengalami musim kemarau berkepanjangan yang mengakibatkan kekeringan di daerah tersebut. [[:en:Gaplek|Gaplek]], makanan pokok penduduk Trenggalek, tidak dapat ditanam dan dipanen selama musim kemarau.<ref name="trenggalekcenggap">{{cite news|last1=Sulastri|first1=Dirman|last2=Thoha|date=6 November 1991|title=Trenggalek, antara Cengkih dan Gaplek|url=https://www.kompasdata.id/Search/NewsDetail/17871159|work=Kompas|p=9|url-access=subscription}}{{Pranala mati|date=April 2021 |bot=InternetArchiveBot |fix-attempted=yes }}</ref>
 
Soetran mulai mencari solusi untuk permasalahan kekeringan setelah ia memegang jabatan sebagai Bupati Trenggalek. Di bawah Soetran, pemerintah daerah Trenggalek berupaya untuk mencari komoditas bernilai tinggi yang sesuai dengan lahan rakyat. Setelah menemukan bahwa cengkih merupakan tanaman yang paling cocok untuk daerah tersebut, Soetran mulai sedikit memaksa penduduk Trenggalek untuk menanam cengkih.<ref name="trenggalekcenggap" />
 
Penanaman cengkih tersebut membuahkan hasil beberapa saat setelah dimulai. Tanah Trenggalek yang tandus diubah menjadi tanah yang hijau dengan cengkih<ref>{{cite news|last=Sadjad|first=Sjamsoe'oed|date=12 Maret 1992|title=Soal Cengkih|url=http://www.kompasdata.id/Search/NewsDetail/18689386|work=Kompas|archive-url=https://web.archive.org/web/20201215073237/http://www.kompasdata.id/Search/News?ref=http%3A%2F%2Fwww.kompasdata.id%2FSearch%2FNewsDetail%2F18689386|archive-date=2020-12-15 Desember 2020|access-date=13 Desember 2020|p=4|url-status=live|dead-url=no|url-access=subscription}}</ref> dan kabupaten tersebut menjadi pusat produksi cengkih di Jawa Timur. Meskipun perkebunan cengkih hanya 16,21% dari seluruh luas tanah yang ada, produksi cengkih menambah pendapatan masyarakat Trenggalek sebesar 21 miliar rupiah per tahun.<ref name="trenggalekcenggap" /> Wilayah Trenggalek kemudian menjadi identik dengan cengkih, dan penduduk di sana kemudian hanya mengandalkan cengkih sebagai satu-satunya sumber penghasilan.<ref>{{cite news|last=Bakir|first=Mohammad|date=30 Agustus 1992|title=Ketika Harum Cengkih tak Lagi Sedap|url=http://www.kompasdata.id/Search/NewsDetail/18697090|work=Kompas|archive-url=https://web.archive.org/web/20201215073209/http://www.kompasdata.id/Search/News?ref=http%3A%2F%2Fwww.kompasdata.id%2FSearch%2FNewsDetail%2F18697090|archive-date=2020-12-15 Desember 2020|access-date=13 Desember 2020|p=8|url-status=live|dead-url=no|url-access=subscription}}</ref>
 
Donald K. Emmerson, seorang peneliti politik, berpendapat bahwa keberhasilan pembangunan Trenggalek di bawah pemerintahan Soetran dikarenakan sistem kepemimpinan komando yang dianutnya. Emmerson berpendapat bahwa Soetran memegang tanggung jawab penuh akan proses pembangunan di wilayah tersebut dan menjalankan pemerintahan daerah sebagai perpanjangan tangannya sendiri.<ref>{{cite book|last=Emmerson|first=Donald K.|date=1978|url=https://books.google.co.id/books?id=ktP7qHLI8gcC&printsec=frontcover&hl=id#v=onepage&q=Soetran&f=false|title=Bureaucracy in Political Context: Weakness in Strength|journal=Political Power and Communications in Indonesia|location=|publisher=[[University of California]]|isbn=9780520042056|page=135|author-link=|access-date=13 Desember 2020-12-13|archive-url=https://web.archive.org/web/20201215073238/https://books.google.co.id/books?id=ktP7qHLI8gcC&printsec=frontcover&hl=id#v=onepage&q=Soetran&f=false|archive-date=15 Desember 2020-12-15|url-status=live}}</ref>
 
=== ''Tembokisasi'' dan reboisasi ===
Sebelum penunjukkannya sebagai bupati, kantor-kantor pemerintahan dan militer masih menggunakan gubuk yang reyot. Soetran berusaha untuk memperbaiki keadaan ini melalui konsep ''tembokisasi''. Konsep yang dicanangkannya tersebut mengajak masyarakat Trenggalek untuk membangun tembok di sekitar rumahnya masing-masing. Sampai tahun 1972, hampir seluruh rumah di Trenggalek sudah memiliki tembok.<ref name=":1">{{Cite web|last=Surur|first=Misbahus|date=2016-03-15|title=Tiga Tokoh Hebat yang Mengubah Kota Trenggalek {{!}} Misbahus Surur|url=https://nggalek.co/2016/03/16/tiga-tokoh-hebat-yang-mampu-mengubah-kota-trenggalek/|website=Nggalek.co|language=id-ID|archive-url=https://web.archive.org/web/20201215073227/https://nggalek.co/2016/03/16/tiga-tokoh-hebat-yang-mampu-mengubah-kota-trenggalek/|archive-date=15 Desember 2020-12-15|access-date=14 Desember 2020-12-14|url-status=live}}</ref>
 
Selain program ''tembokisasi'', Soetran juga menggalakkan [[reboisasi]] di Trenggalek. Soetran memberikan instruksi kepada masyarakat Trenggalek bahwa "Tidak boleh sejengkal tanah pun yang kosong dari tanaman".<ref>{{Cite web|last=Rokhim|first=M. Choirur|date=2018-01-24|title=Serumpun Kisah tentang Hutan {{!}} M. Choirur Rokhim|url=https://nggalek.co/2018/01/24/serumpun-kisah-tentang-hutan/|website=Nggalek.co|language=id-ID|archive-url=https://web.archive.org/web/20201215073240/https://nggalek.co/2018/01/24/serumpun-kisah-tentang-hutan/|archive-date=2020-12-15 Desember 2020|access-date=2020-12-14 Desember 2020|url-status=live}}</ref> Kebijakan reboisasi Soetran menjaga wilayah Trenggalek aman dari bencana kekeringan yang berkepanjangan dan memberikan tambahan pendapatan bagi kabupaten dari ekspor kayu-kayu seperti pinus, jati, dan akasia.<ref>{{Cite web|last=Surur|first=Misbahus|date=2017-07-09|title=Kenapa di Trenggalek Tak Ada Candi? {{!}} Misbahus Surur|url=https://nggalek.co/2017/07/10/kenapa-di-trenggalek-tak-ada-candi/|website=Nggalek.co|language=id-ID|archive-url=https://web.archive.org/web/20200929204030/https://nggalek.co/2017/07/10/kenapa-di-trenggalek-tak-ada-candi/|archive-date=29 September 2020-09-29|access-date=14 Desember 2020-12-14|url-status=live}}</ref>
 
=== Perubahan nama Trenggalek ===
Pada tahun 1971, dengan alasan untuk mengubah citra buruk Trenggalek, Soetran mengusulkan perubahan nama Trenggalek menjadi Trenggaleh. Menurut Soetran, kata yang diakhiri oleh suku kata -ek dalam bahasa Jawa memiliki konotasi yang buruk (contoh: ''jelek/elek,'' ''kemenyek, tekek'').<ref>{{Cite web|last=Surur|first=Misbahus|date=2016-08-24|title=Trenggalek Kota Pertahanan {{!}} Misbahus Surur|url=https://nggalek.co/2016/08/24/trenggalek-kota-pertahanan/|website=Nggalek.co|language=id-ID|archive-url=https://web.archive.org/web/20201215073228/https://nggalek.co/2016/08/24/trenggalek-kota-pertahanan/|archive-date=2020-12-15 Desember 2020|access-date=2020-12-14 Desember 2020|url-status=live}}</ref> Soetran mengatakan bahwa nama Trenggalek seringkalisering kali dibuat jadi bahan ejekan oleh orang Jawa sebagai singkatan dari ''terang enggone wong elek'' (jelas-jelas tempatnya orang jelek) menjadi Trenggalih, dengan singkatannya ''Terang Ing Galih'' (terang di hati kita).<ref>{{Cite web|last=Rokhim|first=Muhammad Choirur|date=9 April 2020-04-09|title=Trenggalek Tetap Kota Gaplek Meski Gonta-ganti Slogan|url=https://mojo.co/terminal/trenggalek-tetap-kota-gaplek-meski-gonta-ganti-slogan/|website=Terminal Mojok|language=id-ID|archive-url=https://web.archive.org/web/20201215073241/https://mojo.co/terminal/trenggalek-tetap-kota-gaplek-meski-gonta-ganti-slogan/|archive-date=2020-12-15 Desember 2020|access-date=2020-12-14 Desember 2020|url-status=live}}</ref>
 
Banyak pejabat Trenggalek yang menolak rencana Soetran tersebut. Mereka berpendapat bahwa perubahan nama memerlukan proses administratif dan birokratik yang sangat sulit. Meskipun mendapat tentangan, Soetran tetap menjalankan rencananya, dan pada tahun yang sama ia membentuk suatu tim yang menginvestigasi asal-usul nama Trenggalek, kemunculan tertulis pertama dari nama Trenggalek, dan kemungkinan menamai ulang Trenggalek dengan merujuk pada kemunculan pertama dari namanya. Proyek ini tetap berlangsung beberapa tahun setelah Soetran meninggalkan jabatan bupati Trenggalek.<ref name=":1" /> Tim tersebut berhasil menemukan dan mendokumentasikan awal mula berdirinya Trenggalek dan kemunculan pertama nama Trenggalek. Namun, tim tersebut menolak usulan untuk mengubah nama Trenggalek.<ref>{{Cite web|last=Abdillah|first=Hamzah|date=2018-08-27 Agustus 2018|title=Ringkasan Sejarah Trenggalek (Bagian II)|url=https://redaksi.duta.co/ringkasan-sejarah-trenggalek-bagian-ii/|website=Duta.co Berita Harian Terkini|language=id-ID|archive-url=|archive-date=|access-date=2020-12-17 Desember 2020|url-status=live}}</ref>
 
=== Parasamya Purnakarya Nugraha ===
[[Berkas:President_Soeharto_handing_over_the_Parasamya_Purnakarya_Nugraha_award_to_Governor_Mohammad_Noer.jpg|jmpl|Presiden Soeharto menyerahkan Parasamya Purnakarya Nugraha untuk Trenggalek kepada Gubernur Jawa Timur, Mohammad Noer.]]
Karena dianggap berhasil sebagai Bupati Trenggalek melalui program penanaman cengkihnya, Soetran ditunjuk kembali sebagai bupati untuk periode kedua pada tahun 1973. Pada tahun 1974, Kabupaten Trenggalek menerima penghargaan dari Presiden [[Soeharto]] berupa [[Parasamya Purnakarya Nugraha]],<ref name="wilawi" /> sebuah penghargaan yang diberikan kepada Kabupaten/Provinsi dengan hasil pembangunan terbaik selama pelaksanaan [[Rencana Pembangunan Lima Tahun]].<ref>{{cite book|last=Emmerson|first=Donald K.|date=1978|url=https://books.google.co.id/books?id=ktP7qHLI8gcC&printsec=frontcover&hl=id#v=onepage&q=Soetran&f=false|title=Bureaucracy in Political Context: Weakness in Strength|journal=Political Power and Communications in Indonesia|location=|publisher=[[University of California]]|isbn=9780520042056|page=134|author-link=|access-date=2020-12-13 Desember 2020|archive-url=https://web.archive.org/web/20201215073230/https://books.google.co.id/books?id=ktP7qHLI8gcC&printsec=frontcover&hl=id#v=onepage&q=Soetran&f=false|archive-date=2020-12-15 Desember 2020|url-status=live}}</ref> Penghargaan tersebut diterima oleh [[Gubernur Jawa Timur]] [[Mohammad Noer]] dari Presiden Soeharto pada suatu upacara yang diadakan pada tanggal 21 Agustus 1974 di [[Stadion Gelora 10 November|Stadion Tambaksari]].<ref>{{Cite book|last=Noer|first=Mohammad|last2=Siahaan|first2=Hotman|date=1997|year=|url=https://books.google.co.id/books?id=qC9wAAAAMAAJ|title=Pamong mengabdi desa: biografi Mohammad Noer|location=|publisher=Yayasan Keluarga Bhakti dan Surabaya Post|isbn=|pages=256|language=id|access-date=2020-12-13 Desember 2020|archive-url=https://web.archive.org/web/20201215073243/https://books.google.co.id/books?id=qC9wAAAAMAAJ|archive-date=2020-12-15 Desember 2020|url-status=live}}</ref>
 
== Gubernur Irian Jaya ==
[[Berkas:Soetran_with_regents_from_Irian_Jaya.jpg|jmpl|Soetran (ketiga dari kiri) bersama bupati dari Irian Jaya di Jakarta. Di samping kiri Soetran adalah [[Bupati Manokwari]] Nathanael Anthonius Maidepa.]]
[[Berkas:Minister_of_Internal_Affairs_handing_over_the_project_list_to_Governor_Soetran.jpg|jmpl|Soetran (kanan) menerima DIP Proyek Pembangunan Nasional untuk PropinsiProvinsi Irian Jaya dari [[Menteri Dalam Negeri]] [[Amirmachmud]].]]
Setelah menjabat sebagai Bupati Trenggalek selama dua periode, Soetran ditunjuk oleh [[Daftar Menteri Dalam Negeri Indonesia|Menteri Dalam Negeri]] [[Amirmachmud]] untuk menjabat sebagai Gubernur [[Irian Jaya]]. Soetran dilantik sebagai pejabat gubernur pada tanggal 31 April 1975, menggantikan [[Acub Zainal]].<ref>{{cite news|date=20 Maret 1975|title=Bupati Trenggalek gantikan gubernur Acub Zainal|url=http://www.kompasdata.id/Search/NewsDetail/19222019|work=Kompas|page=1|access-date=6 Maret 2021|quote=Bupati Soetran dari Treanggalek 31 maret mendatang dilantik sebagai pejabat Gubernur Irian Jaya menggantikan Gubernur Acub zainal.|url-access=subscription}}</ref> Masa jabatannya sebagai penjabat gubernur berakhir ketika ia dilantik sebagai gubernur definitif pada tanggal 12 AugustAgustus 1975.<ref>{{cite news|date=11 AugustAgustus 1975|title=Soetran Gubernur Definitif Irja|url=http://www.kompasdata.id/Search/NewsDetail/19369617|work=Kompas|archive-url=https://web.archive.org/web/20201215073232/http://www.kompasdata.id/Search/News?ref=http%3A%2F%2Fwww.kompasdata.id%2FSearch%2FNewsDetail%2F19369617|archive-date=15 Desember 2020-12-15|access-date=6 Maret 2021|quote=Senin pagi ini Menteri Dalam Negeri Amirmachmud dan rombongan bertolak menuju Jayapura, untuk pada keesokan harinya melantik Soetran sebagai Gubernur Kepala Daerah definitif Irian Jaya.|url-status=live|dead-url=no|url-access=subscription}}</ref> Masa jabatannya seharusnya berakhir pada tanggal 4 September 1980, tetapi dikarenakan belum ada penggantinya sebagai gubernur,<ref>{{cite news|date=5 September 1980|title=Soetran Dilantik Sebagai Pj. Gubernur Irja|url=http://www.kompasdata.id/Search/NewsDetail/19484777|work=Kompas|archive-url=https://web.archive.org/web/20201215073233/http://www.kompasdata.id/Search/News?ref=http%3A%2F%2Fwww.kompasdata.id%2FSearch%2FNewsDetail%2F19484777|archive-date=15 Desember 2020-12-15|access-date=|url-status=live|dead-url=no|url-access=subscription}}</ref> masa jabatannya diperpanjang hingga 20 Januari 1981.<ref>{{cite news|date=1981|title=DRS BUSIRI SURYOWINOTO DILANTIK SEBAGAI GUBERNUR IRIAN JAYA, Mendagri: Karena Keadaan Alam Yang Berat, Pembangunan Irja Belum NampakTampak.|url=https://books.google.com/books?id=EsvVB-Z85GcC&pg=RA7-PA14|work=Mimbar Departemen Dalam Negeri|archive-url=https://web.archive.org/web/20201215073253/https://books.google.com/books?id=EsvVB-Z85GcC&pg=RA7-PA14|archive-date=15 Desember 2020-12-15|access-date=6 Maret 2021|url-status=live|nomor=11}}</ref>
 
=== Wajib Tanam Cengkih ===
Beberapa saat setelah ia ditunjuk sebagai penjabat gubernur Irian Jaya, Soetran mulai menerapkan program yang sudah ia jalankan di Trenggalek tujuh tahun yang lalu. Pada tanggal 20 Mei 1975, Soetran mencanangkan program Wajib Tanam Cengkih (WTC).<ref name="wtc">{{citeCite news|date=11 Desember 1976|title=Lain trenggalek, lain di sini|url=https://majalah.tempo.co/read/daerah/70670/lain-trenggalek-lain-di-sini|url-access=limited|work=[[Tempo.co]]|location=[[Jakarta]]|archive-url=https://web.archive.org/web/20201215073259/https://majalah.tempo.co/read/daerah/70670/lain-trenggalek-lain-di-sini|archive-date=15 Desember 2020|access-date=13 Desember 2020|url-status=live|last=Administrator|language=id}}</ref> Soetran berpendapat bahwa cengkih bisa memberikan hasil yang besar kepada pendapatan daerah Irian Jaya. Karena programnya tersebut, Soetran dijuluki sebagai "Gubernur Cengkih".<ref>{{cite book|last=Griapon|first=Alexander|date=2010|url=https://books.google.com/books?id=R-NRAQAAMAAJ|title=Lembaga musyawarah adat: 10 tahun terakhir dari 30 tahun awal pemerintahan propinsi di tanah Papua|location=Jayapura|publisher=Arika Publisher|isbn=9786029570533|page=28|access-date=2020-12-13 Desember 2020|archive-url=https://web.archive.org/web/20201215073234/https://books.google.com/books?id=R-NRAQAAMAAJ|archive-date=2020-12-15 Desember 2020|url-status=live}}</ref>
 
Menurut isi komando yang dikeluarkan Soetran, setiap kepala keluarga di Irian Jaya terkena wajib tanam. Keluarga yang hidup di desa harus menanam minimum 20 batang cengkih, keluarga yang hidup di pinggir kota harus menanam 5—10 batang, dan keluarga yang hidup di kota harus menanam minimum 5 batang. Kantor-kantor, sekolah, asrama, tempat ibadah, dan pramuka juga diwajibkan untuk menanam cengkih. Selain dari penanaman skala kecil oleh penduduk, Soetran juga mendirikan perkebunan cengkih yang dikelola oleh pemerintah kabupaten dan provinsi.<ref name="wtc" />
 
Beberapa hari setelah program dimulai, Soetran meminta pendanaan dari Presiden [[Soeharto]]. Permintaannya dipenuhi dan Soeharto memberikan bantuan bertahap sebesar 250 juta rupiah pada tanggal 20 November 1975, dengan 50 juta rupiah diberikan pada tahun pertama. Soetran merencanakan pembelian untuk bibit cengkih dari Trenggalek seharga 35 juta rupiah.<ref name="wtc" />
 
Namun, tak sampai berapa lama setelah dimulai, proyek tersebut mengalami kegagalan. Dalam sebuah penanaman cengkih yang dilakukan oleh [[Pegawai Negeri Sipil|PNS]] di Kantor Gubernur Irian Jaya, hanya sekitar 10% dari bibit cengkih yang bertahan hidup pada tahun pertama. Seorang ahli pertanian menyatakan bahwa kegagalan tersebut dikarenakan instruksi Soetran yang terlalu tergesa-gesa dan PNS yang belum paham mengenai penanaman cengkih. Alasan lainnya adalah bahwa Soetran telah melanggar SK Menteri Pertanian yang menyatakan bahwa bibit cengkih hanya dapat diimpor dari empat lokasi, yakni [[Selokaton, Sukorejo, Kendal|Selokaton]], Branggah Banaran, [[Kota Bogor|Bogor]], dan [[Kepulauan Maluku|Maluku]]. Keputusan Soetran untuk mendatangkan bibit cengkih dari Trenggalek dianggap sebagai kesalahan besar karena bibit cengkih dari Trenggalek belum pernah diteliti kelaikannya.<ref name="wtc" />
 
Julius Ary Mollet, seorang peneliti dari [[Universitas Cenderawasih|Universitas Cendrawasih]], menyalahkan kegagalan Soetran pada sosialisasi yang kurang. Menurutnya, masyarakat menjadi enggan untuk memanen dan menjual hasil budidaya cengkih dikarenakan kurangnya sosialiasi mengenai keuntungan dari menanam cengkih.<ref>{{cite news|last=Ama|first=Kornelis Kewa|date=7 September 2003|title=Kesejahteraan WargaPapua Tak Pernah Terbangun|url=http://www.kompasdata.id/Search/NewsDetail/17871159|work=Kompas|archive-url=https://web.archive.org/web/20201215073232/http://www.kompasdata.id/Search/News?ref=http%3A%2F%2Fwww.kompasdata.id%2FSearch%2FNewsDetail%2F17871159|archive-date=2020-12-15 Desember 2020|access-date=13 Desember 2020|p=26|url-status=live|dead-url=no|url-access=subscription}}</ref>
 
Setelah ia turun dari jabatan sebagai Gubernur Irian Jaya, penerusnya, [[Busiri Suryowinoto]], mempertanyakan kebijakan Wajib Tanam Cengkih-nya. Busiri menggantikan program Soetran dengan penanaman tanaman pangan, karena menurutnya cengkih tidak cocok untuk wilayah Irian Jaya.<ref>{{citeCite news|date=24 Januari 1981|title=Busiri, Setelahsetelah Soetransoetran busiri, setelah soetran|url=https://majalah.tempo.co/read/daerah/48872/busiri-setelah-soetran-busiri-setelah-soetran|url-access=limited|work=[[Tempo.co]]|location=[[Jakarta]]|archive-url=https://web.archive.org/web/20201215073232/https://majalah.tempo.co/read/daerah/48872/busiri-setelah-soetran-busiri-setelah-soetran|archive-date=15 Desember 2020|access-date=13 Desember 2020|url-status=live|last=Administrator|language=id}}</ref>
 
=== Gempa Bumi Irian Jaya ===
{{see also|Gempa bumi Papua 1976}}Selama masa pemerintahan Soetran, Provinsi Irian Jaya mengalami dua gempa bumi secara berturut-turut. Gempa bumi pertama, yang terjadi pada tanggal 26 Juni 1976 dan berukuran 7,1 [[Skala richter|Skala Richter]], berlangsung selama seminggu. Akibatnya, 12 kampung besar di [[Lembah Baliem]] dinyatakan hilang. Kecamatan [[Kurima, Yahukimo|Kurima]], [[Okbibab, Pegunungan Bintang|Okbibab]], dan [[Oksibil, Pegunungan Bintang|Oksibil]], yang kesemuanya terletak di [[Kabupaten Jayawijaya]], sepenuhnya hancur oleh gempa bumi. Sampai dengan tanggal 5 Juli 1976, 369 orang ditemukan tewas dan 5.001 orang dinyatakan hilang.<ref name="gempa1">{{citeCite news|date=17 Juli 1976|title=Ujian Berat Buat Soetran|url=https://majalah.tempo.co/read/nasional/69753/ujian-berat-buat-soetran|url-access=limited|work=[[Tempo.co]]|location=[[Jakarta]]|archive-url=https://web.archive.org/web/20201215073236/https://majalah.tempo.co/read/nasional/69753/ujian-berat-buat-soetran|archive-date=15 Desember 2020|access-date=14 Desember 2020|url-status=live|last=Administrator|language=id}}</ref>
 
Seusai gempa bumi tersebut, para penyintas dievakuasi dan ditampung dalam kamp pengungsian.<ref>{{cite news|date=10 Juli 1976|title=Sekitar 50.000 Penduduk Jayawijaya Perlu Diungsikan dari Daerah Gempa|url=http://www.kompasdata.id/Search/NewsDetail/19237922|work=Kompas|archive-url=https://web.archive.org/web/20201215073239/http://www.kompasdata.id/Search/News?ref=http%3A%2F%2Fwww.kompasdata.id%2FSearch%2FNewsDetail%2F19237922|archive-date=2020-12-15 Desember 2020|access-date=14 Desember 2020|p=1|url-status=live|dead-url=no|url-access=subscription}}</ref> Seorang pejabat pemerintahan menggambarkan kondisi di kamp pengungsian tersebut dengan "mengerikan dan menakutkan". Sekretaris Daerah Irian Jaya, Syarifuddin Harahap, mengirimkan sejumlah [[Radiogram (pesan)|radiogram]] kepada departemen dan perusahaan di Irian Jaya dan meminta mereka untuk mengirimkan bantuan. Presiden [[Soeharto]] menanggapinya dengan memerintahkan lembaga pemerintahan untuk membentuk suatu satuan tugas untuk menangani gempa bumi tersebut.<ref>{{cite news|date=7 Juli 1976|title=Presiden Instruksikan: Bentuk Satgas untuk Bantu Korban Gempa Irja * Pemberian Kredit "Candak Kulak" Tanpa Jaminan; Jumlah Uang...|url=http://www.kompasdata.id/Search/NewsDetail/19461113|work=Kompas|archive-url=https://web.archive.org/web/20201215073248/http://www.kompasdata.id/Search/News?ref=http%3A%2F%2Fwww.kompasdata.id%2FSearch%2FNewsDetail%2F19461113|archive-date=2020-12-15 Desember 2020|access-date=14 Desember 2020|p=1|url-status=live|dead-url=no|url-access=subscription}}</ref> Bantuan pertama yang diberikan kepada penyintas yang masih terisolasi dan kelaparan berbentuk karung [[Ubi jalar|ubi]] yang [[Penjatuhan udara|dijatuhkan dari udara]]. Namun, sejumlah karung ubi hancur karena karungnya rapuh. Pada tanggal 3 Juli, Pemerintah [[Papua Nugini]] membantu proses [[pencarian dan penyelamatan]] dalam bentuk sebuah pesawat [[Cessna]].<ref name="gempa1" />
 
Soetran terbang ke Jakarta pada tanggal 10 Juli untuk membahas masalah tersebut dengan Presiden Soeharto.<ref>{{cite news|date=3 Juli 1976|title=Gubernur Soetran ke Jakarta untuk Laporkan Gempa di Irja|url=http://www.kompasdata.id/Search/NewsDetail/19237898|work=Kompas|archive-url=https://web.archive.org/web/20201215073235/http://www.kompasdata.id/Search/News?ref=http%3A%2F%2Fwww.kompasdata.id%2FSearch%2FNewsDetail%2F19237898|archive-date=2020-12-15 Desember 2020|access-date=14 Desember 2020|p=1|url-status=live|dead-url=no|url-access=subscription}}</ref> Soeharto memberikan Soetran bantuan sebesar 100 juta rupiah untuk menangani bencana tersebut dan menyatakan gempa bumi tersebut sebagai bencana nasional.<ref>{{cite news|date=12 Juli 1976|title=Gempabumi di Irja Bencana Alam Nasional|url=http://www.kompasdata.id/Search/NewsDetail/19237898|work=Kompas|archive-url=https://web.archive.org/web/20201215073238/http://www.kompasdata.id/Search/News?ref=http%3A%2F%2Fwww.kompasdata.id%2FSearch%2FNewsDetail%2F19237898|archive-date=2020-12-15 Desember 2020|access-date=14 Desember 2020|p=1|url-status=live|dead-url=no|url-access=subscription}}</ref>
 
Soetran mengeluhkan kelambatan dari bantuan pemerintah terhadap bencana alam tersebut. Pada tanggal 19 Juli, Soetran menyampaikan ketidakpuasannya dengan penanganan pemerintah pusat terhadap bencana tersebut. Ketidakpuasannya dikarenakan satgas yang dibentuk oleh pemerintah pusat belum juga datang.<ref>{{cite news|date=21 Juli 1976|title=Gubernur Sutran: Lebih Baik Bantuan untuk Korban Gempa di Irja Disampaikan Langsung|url=http://www.kompasdata.id/Search/NewsDetail/19373282|work=Kompas|archive-url=https://web.archive.org/web/20201215073254/http://www.kompasdata.id/Search/News?ref=http%3A%2F%2Fwww.kompasdata.id%2FSearch%2FNewsDetail%2F19373282|archive-date=2020-12-15 Desember 2020|access-date=14 Desember 2020|p=12|url-status=live|dead-url=no|url-access=subscription}}</ref> Dia juga mengatakan bahwa sampai dengan tanggal 19 Juli, baru 2 dokter dan 10 perawat yang tiba di lokasi bencana.<ref>{{cite news|date=22 Juli 1976|title=Tajuk Rencana: Keluhan Gubernur Sutran Mengenai lambatnya bantuan kemanusiaan dari pusat untuk korban gempa di Irja|url=http://www.kompasdata.id/Search/NewsDetail/19372490|work=Kompas|archive-url=https://web.archive.org/web/20201215073254/http://www.kompasdata.id/Search/News?ref=http%3A%2F%2Fwww.kompasdata.id%2FSearch%2FNewsDetail%2F19372490|archive-date=2020-12-15 Desember 2020|access-date=14 Desember 2020|p=4|url-status=live|dead-url=no|url-access=subscription}}</ref> Dalam sebuah pertemuan dengan Soeharto, Soetran juga mengkritisi kurangnya bantuan pesawat dan medis yang diberikan oleh pemerintah pusat.<ref>{{cite news|date=5 Agustus 1976|title=Gubernur Sutran risau:Karena lambannya bantuan pesawat dan dokter|url=http://www.kompasdata.id/Search/NewsDetail/19461819|work=Kompas|archive-url=https://web.archive.org/web/20201215073250/http://www.kompasdata.id/Search/News?ref=http%3A%2F%2Fwww.kompasdata.id%2FSearch%2FNewsDetail%2F19461819|archive-date=2020-12-15 Desember 2020|access-date=14 Desember 2020|p=2|url-status=live|dead-url=no|url-access=subscription}}</ref>
 
Menurut [[Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan Perserikatan Bangsa-Bangsa|Kantor Koordinasi Urusan PenganggulanganPenanggulangan Bencana Perserikatan Bangsa-Bangsa]] (UNDRO), sampai dengan tanggal 30 September, sekitar satu setengah juta dolar AS telah diberikan oleh organisasi dari berbagai negara untuk penanganan bencana di Irian Jaya. UNDRO memperkirakan bahwa pemerintah menghabiskan setidaknya 10 ribu dolar setiap bulannya untuk penjatuhan ubi dari udara.<ref name="gempa2">{{citeCite news|date=4 Desember 1976|title=Pindah Atau Tidak ?|url=https://majalah.tempo.co/read/daerah/70613/pindah-atau-tidak|url-access=limited|work=[[Tempo.co]]|location=[[Jakarta]]|archive-url=https://web.archive.org/web/20201215073243/https://majalah.tempo.co/read/daerah/70613/pindah-atau-tidak|archive-date=15 Desember 2020|access-date=14 Desember 2020|url-status=live|last=Administrator|language=id}}</ref>
 
Gempa bumi yang kedua terjadi pada bulan November 1976. Gempa bumi tersebut berdampak pada [[Pegunungan Jayawijaya]], dan sekitar 110 orang tewas akibat gempa tersebut. Gempa bumi yang kedua memiliki skala yang lebih kecil dan menerima lebih sedikit peliputan dari media.<ref name="gempa2" />
 
=== Perseteruan dengan Elias Paprindey ===
[[Elias Paprindey]], seorang birokrat asli Papua, ditunjuk oleh Soetran sebagai wakil gubernur menggantikan [[Jan Mamoribo]] yang wafat pada tanggal 19 Oktober 1976.<ref>{{citation|last=Pemerintah Indonesia|date=8 Maret 1977|title=Keputusan Presiden Indonesia Nomor 32/M Tahun 1977|url=httphttps://perpustakaan.bappenas.go.id/lontar/file?file=digital%2F148437-%5B_Konten_%5D-KEPRES%20NO.%2032-M%20TAHUN%201977.PDF|location=Jakarta|publisher=Sekretariat Kabinet Republik Indonesia|accessdate=2022-06-11|archive-date=2021-01-11|archive-url=https://web.archive.org/web/20210111055809/https://perpustakaan.bappenas.go.id/lontar/file?file=digital/148437%2F148437-%5B_Konten_%5D-KEPRES%20NO.%2032-M%20TAHUN%201977.PDF|locationdead-url=Jakarta|publisher=Sekretariat Kabinet Republik Indonesiaunfit}}</ref> Beberapa saat setelah menjabat sebagai Wakil Gubernur, Paprindey mulai berseteru dengan Soetran mengenai proses pembangunan di Irian Jaya.<ref name=":2" /> Paprindey kemudian menuduh jabatan wakil gubernur sebagai "tak lebih dari simbol belaka".<ref>{{citeCite news|date=29 November 1980|title=Dari Wagub Sampai Trikora|url=https://majalah.tempo.co/read/daerah/52966/dari-wagub-sampai-trikora|url-access=limited|work=[[Tempo.co]]|location=[[Jakarta]]|archive-url=https://web.archive.org/web/20201215073239/https://majalah.tempo.co/read/daerah/52966/dari-wagub-sampai-trikora|archive-date=15 Desember 2020|access-date=13 Desember 2020|url-status=live|last=Administrator|language=id}}</ref> Ketika ditanya oleh wartawan ''[[Tempo (majalah Indonesia)|Tempo]]'' Widi Yarmanto mengenai perseteruan tersebut, Soetran menyangkal hal tersebut dan menyatakan bahwa "Hubungan kerja [kami] tetap baik [dan] pekerjaan [kami tetap] lancar."<ref>{{citeCite news|date=11 Agustus 1979|title=Sesungguhnya Tak Ada Apa-apa|url=https://majalah.tempo.co/read/daerah/56390/sesungguhnya-tak-ada-apa-apa|url-access=limited|work=[[Tempo.co]]|location=[[Jakarta]]|archive-url=https://web.archive.org/web/20201215073248/https://majalah.tempo.co/read/daerah/56390/sesungguhnya-tak-ada-apa-apa|archive-date=15 Desember 2020|access-date=13 Desember 2020|url-status=live|last=Administrator|language=id}}</ref>
 
Ketika berita mengenai perseteruan tersebut diketahui oleh penduduk, PNS penduduk asli Irian Jaya mulai mengungkapkan keresahan mereka dengan pemerintah daerah. Seorang pegawai negeri menyatakan bahwa "Kalau keadaan di sini begini terus, lebih baik kami ke [[Papua Nugini|PNG]] saja."<ref name=":2">{{citeCite news|date=11 Agustus 1979|title=Irian Jaya, 10 Tahun Kemudian|url=https://majalah.tempo.co/read/daerah/56388/irian-jaya-10-tahun-kemudian|url-access=limited|work=[[Tempo.co]]|location=[[Jakarta]]|archive-url=https://web.archive.org/web/20201215073241/https://majalah.tempo.co/read/daerah/56388/irian-jaya-10-tahun-kemudian|archive-date=15 Desember 2020|access-date=13 Desember 2020|url-status=live|last=Administrator|language=id}}</ref>
 
== Pensiun dan meninggal ==
Setelah ia pensiun dari jabatan gubernur pada tahun 1981, Soetran tinggal di Surabaya. Soetran mendirikan Arisan Bapak-Bapak di lingkungannya.<ref name="death">{{citeCite news|date=11 Juli 1987|title=Meninggal dunia|url=https://majalah.tempo.co/read/album/29630/meninggal-dunia|url-access=limited|work=[[Tempo.co]]|location=[[Jakarta]]|archive-url=https://web.archive.org/web/20201215073245/https://majalah.tempo.co/read/album/29630/meninggal-dunia|archive-date=15 Desember 2020|access-date=13 Desember 2020|url-status=live|last=Administrator|language=id}}</ref>
 
Soetran mulai menjalani operasi di [[Rumah Sakit Darmo]] pada Juni 1987 karena penyakit kanker hati yang dideritanya. Pada pukul 10.10 tanggal 1 Juli 1987, Soetran meninggal di rumah sakit tersebut.<ref>{{cite news|date=2 Juli 1987|title=Bekas Gubernur H.Soetran Meninggal|url=http://www.kompasdata.id/Search/NewsDetail/19014978|work=Kompas|archive-url=https://web.archive.org/web/20201215073257/http://www.kompasdata.id/Search/News?ref=http%3A%2F%2Fwww.kompasdata.id%2FSearch%2FNewsDetail%2F19014978|archive-date=2020-12-15 Desember 2020|access-date=13 Desember 2020|p=8|url-status=live|dead-url=no|url-access=subscription}}</ref> Ia dimakamkan dua hari kemudian di Taman Makam Pahlawan Dukuh Kupang dengan inspektur upacara [[Daftar Gubernur Jawa Timur|Gubernur Jawa Timur]] [[Wahono]].<ref>{{cite news|date=3 Juli 1987|title=Almarhum Soetran Dimakamkan|url=http://www.kompasdata.id/Search/NewsDetail/19134619|work=Kompas|archive-url=https://web.archive.org/web/20201215073223/http://www.kompasdata.id/Search/News?ref=http%3A%2F%2Fwww.kompasdata.id%2FSearch%2FNewsDetail%2F19134619|archive-date=2020-12-15 Desember 2020|access-date=13 Desember 2020|p=12|url-status=live|dead-url=no|url-access=subscription}}</ref>
 
== Peninggalan ==
Untuk mengenang jasa-jasanya, pemerintah Trenggalek membuat penghargaan dengan menggunakan namanya. Penghargaan tersebut diberikan sebagai apresiasi kepada desa-desa inovatif. Desa penerima penghargaan akan mendapatkan uang pembinaan sebesar 30 juta rupiah yang sudah dimasukkan dalam APB Desa.<ref>{{Cite webnews|last=Muttaqin|first=Adhar|date=31 AugustAgustus 2017|title=Soetran Award, Cara Pemkab Trenggalek Apresiasi Desa Inovatif|url=https://news.detik.com/berita-jawa-timur/d-3624075/soetran-award-cara-pemkab-trenggalek-apresiasi-desa-inovatif|websitework=detiknews[[Detik.com|detikcom]]|language=id-ID|access-date=2021-04-14 April 2021}}</ref> Selain itu, sebuah jalan di Trenggalek dibangun dengan menggunakan nama Soetran.<ref>{{Cite web|title=Data Referensi Pendidikan|url=https://referensi.data.kemdikbud.go.id/tabs.php?npsn=20542524|website=referensi.data.kemdikbud.go.idData Referensi Pendidikan Kemdikbud|archive-url=https://web.archive.org/web/20201215073233/https://referensi.data.kemdikbud.go.id/tabs.php?npsn=20542524|archive-date=2020-12-15 Desember 2020|access-date=2020-12-13 Desember 2020|url-status=live}}</ref><references group="lower-alpha" responsive="1"></references>
 
== Penghargaan ==
Soetran menerima penghargaan-penghargaan berikut:<ref>{{cite book|author=Lembaga Pemilihan Umum|date=1977|url=https://books.google.co.id/books?id=OpJaAAAAIAAJ&pg=PA764#v=onepage&q&f=false|title=Ringkasan riwayat hidup dan riwayat perjuangan anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat hasil pemilihan umum tahun 1977|location=Jakarta|page=765|language=Indonesian|trans-title=Summary of Biography and Career of Members of the People's Consultative Assembly from the 1977 General Elections|author-link=Lembaga Pemilihan Umum|access-date=13 Desember 2020-12-13|archive-url=https://web.archive.org/web/20201215073257/https://books.google.co.id/books?id=OpJaAAAAIAAJ&pg=PA764#v=onepage&q&f=false|archive-date=15 Desember 2020-12-15|url-status=live}}</ref>
{| style="margin:1em auto; text-align:center;"
|-
|colspan="3"|{{Ribbon devices|number=0|type=award-star|ribbon=Pita (Ribbon) Bintang Gerilya.png|width=100}} {{Ribbon devices|number=0|type=award-star|ribbon=Kartika Eka Paksi Nararya.gif|width=100}}
|-
|{{Ribbon devices|number=0|type=award-star|ribbon=Indonesian Armed Forces "8 Years" Service Star (1945-1953).gif|width=100}}
|{{Ribbon devices|number=0|type=award-star|ribbon=Satyalencana Kesetiaan XXIV.gif|width=100}}
|{{Ribbon devices|number=0|type=award-star|ribbon=Satyalancana Perang Kemerdekaan I.gif|width=100}}
|-
|{{Ribbon devices|number=0|type=award-star|ribbon=Satya Lencana Perang Kemerderkaan II.gif|width=100}}
|{{Ribbon devices|number=0|type=award-star|ribbon=Satya Lencana GOM I.gif|width=100}}
|{{Ribbon devices|number=0|type=award-star|ribbon=Satyalencana G.O.M. IV.gif|width=100}}
|-
|{{Ribbon devices|number=0|type=award-star|ribbon=Satyalencana G.O.M. V.gif|width=100}}
|{{Ribbon devices|number=0|type=award-star|ribbon=Satya Lencana GOM VI.gif|width=100}}
|{{Ribbon devices|number=0|type=award-star|ribbon=Satyalencana GOM IX.gif|width=100}}
|-
|{{Ribbon devices|number=0|type=award-star|ribbon=Satya Lencana Sapta Marga.gif|width=100}}
|{{Ribbon devices|number=0|type=award-star|ribbon=Satya Lencana Penegak.gif|width=100}}
|{{Ribbon devices|number=0|type=award-star|ribbon=Pita (Ribbon) Satyalencana Pembangunan.png|width=100}}
|}
 
{| class="wikitable" width="70%" style="margin:1em auto; text-align:center;"
* [[Bintang Gerilya]]
!Baris ke-1
* [[Bintang Kartika Eka Paksi|Bintang Kartika Eka Paksi Nararya]]
*| colspan="2"|[[Bintang Gerilya]]
* Medali Sewindu APRI
*| colspan="1"|[[Bintang Kartika Eka Paksi|Bintang Kartika Eka Paksi Nararya]]
* Satyalancana Kesetiaan 24 Tahun
|-
* Satyalancana Perang Kemerdekaan ke I
!Baris ke-2
* Satyalancana Perang Kemerdekaan ke II
| colspan="1"|[[Bintang Sewindu Angkatan Perang Republik Indonesia]]
* [[Satyalancana G.O.M I|Satyalancana Gerakan Operasi Militer I]]
*| [[Satyalancana G.O.M IVcolspan="1"|Satyalancana]] [[Satyalancana G.O.M I|Gerakan Operasi MiliterKesetiaan]] IV24 Tahun
*| colspan="1"|[[Satyalancana G.O.MPerang V|SatyalancanaKemerdekaan Gerakan Operasi Militer VI]]
|-
* [[Satyalancana G.O.M VI|Satyalancana Gerakan Operasi Militer VI]]
!Baris ke-3
* Satyalancana Saptamarga
*| colspan="1"|[[Satyalancana PenegakPerang Kemerdekaan II]]
*| colspan="1"|[[Satyalancana RaksakaG.O.M DharmaI]]
| colspan="1"|[[Satyalancana G.O.M IV]]
* Bintang Pembangunan
|-
!Baris ke-4
| colspan="1"|[[Satyalancana G.O.M V]]
| colspan="1"|[[Satyalancana G.O.M VI]]
| colspan="1"|[[Satyalancana Raksaka Dharma|Satyalancana G.O.M IX]]
|-
!Baris ke-5
| colspan="1"|[[Daftar tanda kehormatan di Indonesia#Bekas|Satyalancana Sapta Marga]]
| colspan="1"|[[Satyalancana Penegak]]
| colspan="1"|[[Satyalancana Pembangunan]]
|}
 
== Referensi ==
{{reflist}}
<references group="" responsive="1"></references>
 
{{DEFAULTSORT:Soetran, Soetran}}
== Pranala luar ==
[[Kategori:Gubernur Papua]]
{{Commonscat}}
 
{{kotak mulai}}
{{s-off}}
{{succession box|title=[[Gubernur Papua]]|before=[[Acub Zainal]]|after=[[Busiri Suryowinoto]]|years=1975–1981}}
{{kotak selesai}}
{{artikel pilihan}}
 
{{Gubernur Papua}}
 
{{Authority control}}
 
{{DEFAULTSORT:Soetran, Soetran}}
[[Kategori:Pejuang kemerdekaan Indonesia]]
[[Kategori:Tokoh militer Indonesia]]
[[Kategori:Tokoh dari SidoarjoTNI]]
[[Kategori:Tokoh JawaTentara TimurNasional Indonesia Angkatan Darat]]
[[Kategori:Tokoh Jawa]]
[[Kategori:Tokoh Jawa Timur]]
[[Kategori:Tokoh dari Sidoarjo]]
[[Kategori:Tokoh Angkatan 45]]
[[Kategori:Politikus Indonesia]]
[[Kategori:Gubernur Papua]]
[[Kategori:Bupati Trenggalek]]
[[Kategori:Penerima Bintang Gerilya]]