Terminal 3 Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta

terminal bandar udara di Indonesia

Terminal 3 Bandar Udara Internasional Soekarno–Hatta (juga dikenal sebagai Terminal 3 Ultimate) adalah sebuah terminal bandara dari Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta pelayanan Jabodetabek. Berlokasi pada sisi timur-utara bandara. Terminalnya memiliki desain yang berbeda dari terminal lainnya. Terminal 1 dan 2 dibangun dengan penggabungan arsitektur lokal dalam rancangannya, tetapi terminal 3 dibangun dengan desain modern kontemporer dengan ramah lingkungan dan rasa tradisional. Terminal ini sebelumnya dinamai Terminal 3 Ultimate namun kemudian diputuskan untuk berintegrasi dengan terminal 3 lama. Grup maskapai dibawah PT Garuda Indonesia (Persero), Tbk meliputi Garuda Indonesia dan Citilink Indonesia mengoperasikan seluruh penerbangannya baik domestik dan internasional dan Batik Air untuk penerbangan internasional dari terminal ini. Untuk maskapai purlayanan internasional baik maskapai nasional maupun swasta yang beroperasi di Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta melayani seluruh rute internasional dari Terminal 3 kecuali maskapai berbiaya rendah internasional, Indonesia AirAsia dan Lion Air untuk penerbangan internasional dilayani di Terminal 2F, dan Batik Air dan Indonesia AirAsia untuk penerbangan domestik hanya dilayani di Terminal 2E.

Terminal 3 Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta
Peta
Nama sebelumnyaTerminal 3 Ultimate
Nama lainTerminal 3 Ultimate
Informasi umum
JenisTerminal bandar udara
LokasiTangerang
Banten
Indonesia
Koordinat6°07′13″S 106°39′36″E / 6.120379°S 106.660107°E / -6.120379; 106.660107
RampungJuni 2016
Dibuka9 Agustus 2016 (Resmi)
Diresmikan9 Agustus 2016 (Domestik)
1 Mei 2017 (Internasional)
Biaya$600 juta
KlienPT Angkasa Pura II
PemilikPT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero)
Data teknis
Sistem strukturAtap Bingkai Besi dengan Fasad Kaca
Luas lantai422,804 m2 (4.551,02 sq ft)
Desain dan konstruksi
Firma arsitekturWoodhead
Kontraktor utamaKawahapejaya Indonesia KSO

Sejarah

 
Terminal 3 yang lama pada tahun 2012

Terminal 3 lama dibuka secara resmi untuk penerbangan internasional pada tanggal 15 November 2011, dimana Indonesia AirAsia mulai menggunakan T3 sebagai pusat baru untuk penerbangan internasional sebagaimana penerbangan domestik. T3 lama mempunyai kapasitas 4 juta penumpang per tahun, 30 gerai lapor-masuk, 6 pengambilan bagasi, dan 3 gerbang dengan 2 garbarata. Pada tahun 2012, PT AP II membuat masterplan untuk menaikkelaskan Bandara Soetta menjadi bandara berkelas internasional dan membangun aerotropolis.[1] Ekspansi T3 juga bagian dari masterplan.[2] T3 baru dibuka penuh secara resmi oleh milik penerbangan komersial Garuda Indonesia untuk penerbangan domestik baru pada tanggal 9 Agustus 2016 dengan ditandai oleh resmi dibuka bandar udara internasional ikonik pertama di Kota Tangerang dan T3 baru dibuka penuh secara resmi oleh milik penerbangan komersial Garuda Indonesia untuk penerbangan internasional baru pada tanggal 1 Mei 2017. Saat ini, T3 baru tidak memiliki penghubung dengan bangunan T3 lama, tetapi T3 lama akan direnovasi dengan koneksi untuk dibangun diantara terminal baru dan lama. Semuanya milik penerbangan internasional (kecuali budget carrier) secara resmi dipindahkan ke Terminal 3 pada tanggal 1 Mei 2019.

Fasilitas

Dengan luas 422.804 meter persegi, terminal baru ini sedikit lebih besar daripada Terminal 3 Bandar Udara Internasional Changi Singapura. Memiliki 10 gerbang untuk penerbangan internasional dan 18 untuk domestik, 206 konter lapor-masuk, 38 swakonter dan 12 konter bag drop, 48 garbarata, 2 hotel bintang 4, ruang pertemuan, toko bebas cukai, toko ritel, dan gedung parkir.[3] Juga memiliki sebuah sistem pengamanan bagasi otomatis dengan sedikitnya 13 sabuk konveyor.[4] Luas keseluruhan dari bangunan utama dari Terminal 3 yang baru adalah sekitar 331.101 meter persegi, gedung parkir 85.878 meter persegi, dan bangunan penumpang VVIP 6.124 meter persegi. Terminal 3 akan melayani 25 juta penumpang setiap tahunnya. Ketika terminal beroperasi penuh, otoritas bandar udara mengharapkan untuk menghubungkan 70 destinasi internasional, meningkat dari yang saat ini berjumlah 30.[5] Ini merupakan terminal modern yang dirancang khusus untuk melayani sebagai titik transit untuk maskapai internasional. Area lapor-masuknya disusun dalam bentuk 8 cluster. Area parkirnya berkapasitas untuk mengakomodasi 2.600 mobil dan 2.600 sepeda motor.[6]
T3(U) menyediakan sebuah area komersial dengan atmosfer dan pemandangan berbeda dibandingkan bandar udara lainnya di Indonesia. Area komersialnya meliputi wilayah seluas 71.225 meter persegi. Terbagi dalam beberapa zona, masing-masing untuk makanan/minuman seluas 23.301 meter persegi, ritel 22.023 meter persegi, pelayanan 2.007 meter persegi, bebas cukai 4.784 meter persegi, lounge 8.496 meter persegi, pameran 1.493 meter persegi, dan perkantoran/maskapai 19.121 meter persegi.[7]
T3(U) dilengkapi dengan BHS tingkat 5 untuk mendeteksi bahan peledak dan langsung pindah ke selimut, sebuah Sistem Keamanan Bandar Udara yang dapat mengontrol 600 CCTV untuk mendeteksi wajah yang terdaftar di daftar keamanan, sebuah Sistem Manajemen Gedung Intelijen yang dapat mengontrol penggunaan air dan listrik, sistem air hujan untuk menghasilkan air bersih dari hujan, sistem air daur ulang untuk menghasilkan air toilet dari air toilet bekas, dan kontrol teknologi iluminasi untuk mengiluminasi terminal tergantung pada cuaca sekitarnya.[8] Area perluasan T3 membentang 1,2 km dan apron dapat melayani 40 pesawat udara. Ketika selesai, T3 akan menjadi terminal aerotropolis. T3 akan dapat melayani 60 pesawat udara dari 40 pesawat udara saat ini.[9]
T3 juga memiliki akses WiFi dengan kecepatan hingga 50 megabit per detik (6,25 MB/s), yang tercepat diantara semua bandara di dunia. Dapat diakses dengan gratis untuk 15 menit pertama dan kemudian berbayar Rp5k per jam.[10] Terminal ini juga memiliki Pusat Informasi Turis dimana para turis dapat memperoleh informasi tentang atraksi turis, transportasi, akomodasi, dan informasi terkait perjalanan lainnya di Indonesia.[11]

Maskapai dan Tujuan

MaskapaiTujuan
Air ChinaBeijing–Ibu Kota
All Nippon AirwaysTokyo–Haneda, Tokyo–Narita
Asiana AirlinesSeoul–Incheon
Batik Air Bangkok–Don Mueang, Guilin, Jeddah, Kuala Lumpur–Internasional, Kunming, Phnom Penh, Phuket, Singapura
Charter: Haikou
Cathay PacificHong Kong
China AirlinesTaipei–Taoyuan
China Eastern AirlinesShanghai–Pudong
China Southern AirlinesGuangzhou, Shenzhen
Citilink Balikpapan, Banda Aceh, Bandar Lampung, Banyuwangi, Batam, Bengkulu, Denpasar/Bali, Jambi, Jeddah, Kuala Lumpur–Internasional, Kupang, Labuan Bajo, Lombok—Praya, Lubuklinggau, Makassar, Malang, Manado, Medan, Padang, Palangkaraya, Palembang, Pangkal Pinang, Pekanbaru, Phnom Penh, Phuket, Pontianak, Samarinda, Semarang, Sibolga, Silangit, Singapura, Surabaya, Surakarta/Solo, Tanjung Pandan, Tanjung Pinang, Yogyakarta–Internasional
EmiratesDubai–Internasional
Ethiopian AirlinesAddis Ababa
Etihad AirwaysAbu Dhabi
EVA AirTaipei–Taoyuan
Garuda IndonesiaAmbon, Amsterdam, Balikpapan, Banda Aceh, Bandar Lampung, Bangkok–Suvarnabhumi, Banjarmasin, Banyuwangi, Batam, Bengkulu, Biak, Denpasar/Bali, Guangzhou, Hong Kong, Jambi, Jayapura, Jeddah, Kuala Lumpur–Internasional, Kupang, Labuan Bajo, Lombok–Praya, Madinah, Makassar, Malang, Manado, Medan, Melbourne, Merauke, Osaka–Kansai, Padang, Palangkaraya, Palembang, Palu, Pangkal Pinang, Pekanbaru, Perth, Pontianak, Samarinda, Semarang, Shanghai–Pudong, Sibolga, Silangit, Singapura, Sorong, Surabaya, Surakarta/Solo, Sydney, Tanjung Pandan, Tanjung Pinang, Ternate, Tokyo–Haneda, Yogyakarta–Internasional
Charter: Pulau Natal
Japan AirlinesTokyo–Narita
KLMAmsterdam, Singapura
Korean AirSeoul–Incheon
Malaysia AirlinesKuala Lumpur–Internasional
Oman AirMuskat
Philippine AirlinesManila
QantasSydney
Qatar AirwaysDoha
Royal Brunei AirlinesBandar Seri Begawan
SaudiaJeddah, Madinah, Riyadh
Shanghai AirlinesShanghai–Pudong
Shenzhen AirlinesShenzhen
Singapore AirlinesSingapura
SriLankan AirlinesKolombo–Bandaranaike
Thai AirwaysBangkok–Suvarnabhumi
Turkish AirlinesIstanbul
Uzbekistan AirwaysTashkent
Vietnam AirlinesKota Ho Chi Minh
Xiamen AirlinesFuzhou, Xiamen

Transportasi darat

Kereta api

Tersedia Skytrain/layanan pemindah orang atau dikenal juga sebagai Kalayang yang menghubungkan T3 dengan kedua terminal lainnya dan Stasiun Bandara Soekarno-Hatta. Sempat direncanakan rampung bersamaan dengan jalur rel KA pada bulan Juni 2017, fase pertama layanan ini dari dibuka pada 17 September 2017, dengan masih dikemudikan masinis.[12] Saat beroperasi terotomatisasi penuh, Kalayang direncanakan memiliki waktu antara menjadi 5 menit dan waktu perjalanan 7 menit dari T1 ke T3.[13] Kalayang saat ini sedang tidak dioperasikan sebagai akibat dari Pandemi COVID-19; perannya digantikan oleh bis antar jemput penghubung antara Terminal 1, 2, dan 3 dan stasiun KA bandara.[14] Akses kereta api ke pusat kota dilayani oleh Lin Soekarno-Hatta yang dioperasikan oleh PT Railink (KAI Bandara), anak perusahaan dari PT Angkasa Pura II dan PT Kereta Api Indonesia sejak Desember 2017. Panjang total jalurnya dari Stasiun Bandara Soekarno-Hatta ke Stasiun Manggarai di Kota Administrasi Jakarta Selatan adalah 36,3 km. Stasiun KA Bandara tidak terletak langsung di Terminal 3, namun dapat diakses via bus penghubung ataupun kalayang. Stasiun ini akan mengakomodasi 6 kereta api dengan kapasitas per perjalanan 272 penumpang. Kereta bandara akan beroperasi untuk melayani 35.000 penumpang dengan 122 perjalanan per hari.[15]

Ritel, makanan/minuman, dan area publik

Pelayanan

  • Airport Helper (Helper Bandara)
  • Autogate Immigration (Imigrasi Autogate)
  • Baggage Wrapping (Pembungkusan Bagasi)
  • Concierge Express
  • Customer Service Mobile (Ponsel Layanan Pelanggan)
  • Electric Scotter Rent
  • Golf Car Assistant (Asisten Mobil Golf)
  • Left Baggage Service (Layanan Penyimpanan Bagasi)
  • Medical Service Assistant (Asisten Layanan Medis)
  • Powerbank Rent (Rental Bank Daya)
  • Relax Chair (Kursi Pijat)
  • Self Check-In (Check in Mandiri)
  • Vending Machine (Mesin Penjual Otomatis)

Lihat pula

Referensi